Bendung Katulampa Kembali ke Titik 0 Cm, Jakarta-Bogor Waspada Krisis Air Bersih !
DEKANNEWS, BOGOR - Tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa, Kota Bogor, kembali anjlok hingga titik nol sentimeter (cm) pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kondisi ini terjadi setelah tinggi muka air sempat mencapai 20 cm atau kategori normal pada Rabu malam akibat hujan yang mengguyur kawasan Puncak dan sekitarnya.
Kondisi tersebut akibat kekeringan parah yang melanda kawasan hulu Sungai Ciliwung. Fenomena ini menjadi alarm serius bagi ketersediaan air baku di wilayah Bogor, Depok, hingga Jakarta.
Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan penurunan terjadi setelah hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung tidak berlangsung lama. Kondisi tersebut membuat aliran air yang menuju Bendung Katulampa kembali berkurang.
"Ketinggian Bendung Katulampa kembali ke titik 0 cm tercatat mulai pukul 06.00 WIB pagi ini. Dengan kondisi ini, debit Sungai Ciliwung hanya berkisar di bawah 4.000 liter/detik," kata Alwan dikutip hari ini Kamis 30 Juli 2026.
Meski tinggi muka air kembali turun, debit yang masuk ke Bendung Katulampa tetap dimanfaatjan untuk sejumlah kebutuhan. Aliran tersebut digunakan untuk irigasi sekaligus penggelontoran Sungai Ciliwung.
Alwan menjelaskan sebagian besar debit air dialirkan menuju anak Sungai Kalibaru untuk kebutuhan irigasi. Saat ini, sekitar 3.460 liter per detik dialirkan ke anak sungai tersebut, sementara sisa debit digunakan untuk penggelontoran Sungai Ciliwung.
"Sudah kembali ke titik 0 cm lagi sejak pagi tadi, kawasan hulu cerah," ungkap Alwan.
Sebelumnya, tinggi muaka air Bendung Katulampa sempat mengalami kenaikan setelah hujan deras mengguyur kawasan Puncak dan sekitarnya pada Rabu (29/7/2026) sore. Ketinggian air kemudian mencapai 20 cm pada pukul 19.00 WIB dan masuk kategori normal.
Kenaikan tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa jam kemudian, tinggi muka air mulai mengalami penurunan hingga mencapai 10 cm pada pukul 23.00 WIB.
Penurunan berlanjut hingga Kamis pagi. Pada pukul 06.00 WIB, tinggi muka air Bendung Katulampa kembali menyentuh angka 0 cm atau berada dalam kondisi di bawh normal.
Meskipun kondisi saat ini terkendali, pemantauan Bendung Katulampa tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan debit Sungai Ciliwung dari kawasan hulu. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari sistem peringatan dini karena peningkatan debit dapat berdampak terhadap wilayah Jakarta. Dengan cuaca di kawasan hulu yang kembali cerah dan debit air menurun, aliran Sungai Ciliwung dari wilayah Bogor saat ini masih terpantau aman. (Zat)
