Danantara Diminta Bantu Pembangunan LRT, Wagub Rano : Jakarta Milik Indonesia

LRT Jakarta


DEKANNEWS, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengakui diperlukan keterlibatan pemerintah pusat dalam pengembangan transportasi di Jakarta.

Oleh sebab itu menurut dia, opsi mencari sumber pendanaan dengan melibatkan Danantara diperlukan karena pengembangan transportasi Jakarta dinilai tidak hanya menjadi kepentingan warga ibu kota.

Pernyataan tersebut disampaikan Rano Karno berkaitan dengan keinginan Pemprov DKI Jakarta  menggandeng Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk membantu membiayai pengembangan rute LRT Jakarta.

Hal ini sebelumnya diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang meminta Presiden Prabowo Subianto agar Danantara dapat membantu pendanaan perluasan rute LRT Jakarta, termasuk menuju Jakarta International Stadium (JIS) hingga terhubung dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh.

Rano mengatakan, pengembangan jaringan transportasi Jakarta berkaitan dengan kepentingan yang lebih luas. Ia mengacu pada pernyataan Prabowo bahwa Jakarta bukan hanya milik pemerintah daerah dan warga Jakarta.

"Kan disampaikan oleh Bapak Presiden juga, Jakarta bukan hanya milik Jakarta, Jakarta milik Indonesia. Nah, mungkin dalam momen itu, kesempatan itu, kita mengajak Danantara lah sebagai BUMN yang sekarang melebur menjadi satu kekuatan besar," kata Rano di kawasan Monumen Nasional, Selasa, 22 September.

Rano memaparkan bahwa saat ini Pemprov DKI sudah memiliki sejumlah  rencana untuk pembangunan infrastruktur transportasi salah satunya melanjutkan pembangunan jaringan LRT. Rencana palingvdekat dengan pembahasan saat ini adalah perpanjangan jalur dari Manggarai menuju Dukuh Atas.

"Kita ini punya rencana untuk melanjutkan beberapa LRT. Yang paling terlihat jelas adalah dari Manggarai sampai ke Dukuh Atas. Nah, itu kalau terjadi, peningkatan jumlah penumpang pasti akan jauh lebih tinggi," urai Rano.

Rencana perluasan jaringan LRT Jakarta tersebut, menurut Rano, Pemprov DKI menginginkan masyarakat beralih ke transportasi umum bukan semata-mata hanya untuk mengejar pertumbuhan jumlah penumpang. Pemprov DKI Berharap transportasi umum semakin menjadi pilihan utama warga dalam mobilitas sehari-hari.

"Sasaran utama kita bukan kepada jumlah penumpangnya, tapi agar transportasi di Jakarta ini betul-betul transportasi umum itu menjadi pilihan masyarakat Jakarta," tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Presiden Prabowo Subianto melibatkan Badan Pengelola Investasi Danantara dalam pendanaan perluasan jaringan LRT Jakarta.

"Bapak Presiden, akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga ikut membantu kami, Pak," kata Pramono di hadapan Prabowo saat peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu, 16 September.

Pramono menyebut Pemprov DKI berencana untuk membangun jaringan LRT Jakarta. Rencana yang paling dekat yaitu jaringan LRT dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS). Selain itu, jalur dari Velodrome juga direncanakan diperpanjang hingga terhubung dengan stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim.

Oleh sebab itu, Pramono mengakui  Pemprov DKI membutuhkan sejumlah anggaran yang cukup besar untuk menyelesaikan pembangunan jaringan tersebut transportasi tersebut. Salah satu proyek yang akan dikerjakan lebih dulu adalah rute Manggarai-Dukuh Atas dengan kebutuhan anggaran Rp2,7 triliun.

"Untuk (rute LRT Jakarta) dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, (anggarannya) Rp2,7 triliun yang kita akan mulai di tahun 2027 awal ini. Jadi intinya bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara," ucap Pramono.

Pramono menyampaikan perluasan tersebut akan membuat jaringan LRT Jakarta semakin terkoneksi dengan sejumlah wilayah. Jalur tersebut nantinya menghubungkan kawasan utara, timur, selatan hingga pusat Jakarta, sekaligus tersambung dengan simpul transportasi menuju JIS dan Whoosh. (Zat)