Krisis Keuangan Menerpa Al Nassr, Ancam Masa Depan Cristiano Ronaldo
DEKANNEWS, JAKARTA - Klub juara Liga Pro Arab Saudi dilaporkan tengahmenghadapi krisis keuangan dengan utang lebih dari 800 juta riyal Arab Saudi atau sekitar US$213,4 juta.
Akibat kondisi itu, masa depan Cristiano Ronaldo di Al Nassr menjadi sorotan, sebab hal itu membuat Public Investment Fund (PIF) menjatuhkan larangan transfer pemain dan memperketat pengawasan terhadap manajemen klub.
Laporan Al-Riyadiah menyebut sebagian besar utang Al Nassr berasal dari keputusan finansial yang dinilai kurang efektif sepanjang musim lalu.
Akibat tekanan finansial tersebut, Al Nassr kini berada di bawah pengawasan ketat Liga Pto Arab Saudi.
Di tengah situasi itu, masa depan Cristiano Ronaldo ikut dipertanyakan. Sejak bergabung pada akhir 2022, megabintang asal Portugal tersebut dinilai berperan besar meningkatkan popularitas Liga Pro Arab Saudi di tingkat global sekaligus mendongkrak nilai komwrsial Al Nassr.
Namun, Ronaldo juga menjadi aset termahal klub. Pada 2025, ia dilaporkan menandatangani kontrak baru senilai US$6 76 juta untuk durasi dua tahun, di luar berbagai fasilitas tambahan.
Dengan kondisi keuangan saat ini serta larangan mendatangkan pemain baru, manajemen Al Nassr disebut harus menentukan apakah tetap mempertahankan kontrak Ronaldo atau mengalihkan sebagian anggaran tersebut untuk membangun kembali skuad dan memperbaiki kondisi finansial klub.
Di sisi lain untuk mencegah utang terus membengkak, PIF mengambil langkah darurat dengan membatasi kewenangan dewan direksi dalam mengambil keputusan, termasuk melarang klub merekrut pemain baru hingga mampu membuktikan memiliki sumber pendanaan yang memadai, baik melalui kontrak sponsor maupun investasi baru.
Mengutip Goal, restrukturisasi yang disiapkan PIF mencakup tiga langkah utama. Pertama, membatasi kewenangan finansial manajemen agar pengeluaran klub lebih terkendali.
Kedua, menunjuk penasihat independen di bidang keuagan, komersial, dan hukum untuk meningkatkan pendapatan, menekan biaya operasional, serta menyusun strategi jangka panjang guna memulihkan kondisi keuangan klub.
Ketiga, PIF membuka peluang perubahan struktur kepemilikan Al Nassr dengan mempertimbangkan dua penawaran serius dari calon investor. Dana investasi milik pemerintah Arab Saudi itu disebut lebih memilih melepas sebagian kecil saham klub.
Menurut sumber yang dikutip Goal, langkah tersebut bertujuan menjaga nilai finansial, basis suporter, dan nilai komersial Al Nassr, sekaligus mencegah utang terus bertambah dan memastikan klub mematuji tata kelola yang berlaku. Pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan otoritas sepak bola Arab Saudi, tetapi juga berada di bawah pengawasan FIFA dan organisasi sepak bola internasional lainnya terhadap seluruh klub yang dimiliki PIF. (Zat)
