Partisipasi Angkatan Kerja Jakarta Capai 65,48 Persen pada 2026
DEKANNEWS - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pelatihan dan magang sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran sepanjang 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi salah satu fokus pemerintah daerah agar masyarakat Jakarta memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Hal tersebut disampaikan Pramono dalam acara Jakarta Budget Talks bertema 'Menavigasi APBD Jakarta: Perkuat Kinerja, Kepentingan Publik Terjaga' di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7).
Menurut Pramono, berbagai program pelatihan dan penempatan kerja yang dijalankan Pemprov DKI mulai menunjukkan hasil positif. "Di sektor ketenagakerjaan timgkat partisipasi angkatan kerja menunjukkan peningkatan," ujarnya.
Pada 2026, tingkat partisupasi angkatan kerja meningkat 0,08 poin secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 65,48 persen. Jumlah penduduk yang bekerja juga bertambah hingga mencapai 5,2 juta orang.
Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka di Jakarta turun 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026. Capaian tersebut menjadi indikator membaiknya kondisi pasar tenaga kerja di Ibu Kota.
Pramono menjelaskan, penurunan angka pengangguran didorong oleh sejumlah program peningkatan akses kerja, termasuk pembukaan 2.843 lowongan melalui program padat karya.
Selain itu, Pemprov DKI telah melaksanakan program magang bagi 1.000 lulusan SMnA yang melibatkan 107 perusahaan, serta memberikan pelatihan melalui Mobile Training Unit kepada 2.731 peserta guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Menurut dia, berbagai program tersebut turut menciptakan peluang kerja yang lebih luas sekaligius mencerminkan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin sehat dan inklusif.
Tak hanya berfokus pada pasar kerja di dalam negeri, Pemprov DKI juga akan melanjutkan pengiriman tenaga kerja ke sejumlah negara, seperti Jepang, Korea, Jerman, dan Arab Saudi, dengan dukungan pelatihan bahasa yang lebih intensif agar para pekerja memiliki daya saing glonbal.
"Itulah cara kita untuk bisa mempersiapkan tenaga kerja kita untuk bekerja di luar negeri," tandas Pramono. (Zat)
