Serangan Jarak Jauh Rusia-Ukraina Makin Intens, Korban Sipil Terus Berjatuhan

Perang Rusia - Ukraina Masih berkecamuk

DEKANNEWS - Serangan jarak jauh antara Rusia dan Ukraina kembali menelan korban jiwa. Serangan drone Ukraina yang menyasar wilayah Tatarstan, Rusia, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 39 lainnya pada Senin (10/8/2026).

Serangan tersebut menjadi salah satu serangan tunggal paling mematikan yang dilancarkan Ukraina selama perang yang telah beralngsung lebih dari empat tahun.

"Menurut informasi terbaru, 12 orang tewas dan 39 terluka akibat serangan drone di kota Nizhnekamsk," kata layanan pers regional dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (10/8/2026).

Nizhnekamsk berada lebih dari 1.000 kilometer atau sekitar 620 mil dari perbatasan Ukraina. Kota tersebut berada di wilayah yang dikennal memiliki sumber daya energi penting serta sejumlah fasilitas industri dan kilang minyak utama.

Fasilitas energi di wilayah tersebut sebelumnya juga menjadi sasaran serangan balasan Ukraina sebagai bagian dari strategi untuk menekan infrastruktur yang dinilai penting bagi Rusia.

Rekaman yang beredar di media sosial dan belum diverifikasi secara independen memperlihatkan kepulan asap hitam besar di sekitar fasilitas minyak dekat kota industri Nizhnekamsk.

Serangan terbaru ini kembali menunjukkan meluasnya jangkauan perang Rusia-Ukraina. Serangan tidak hanya terjadi di sekuitar garis depan, tetapi juga menyasar wilayah yang berada jauh dari medan pertempuran utama.

Dalam beberapa waktu terakhir, Rusia dan Ukraina diketahui meningkatkan penggunaan senjata jarak jauh. Intensitas serangan tersebut turut berdampak terhadap masyarakat sipil di kedua negara.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya mencatat adanya lonjakan kematian warga sipil seiring meningkatnya serangan jarak jauh yang dilakukan Rusia maupun Ukraina sepanjang thun ini.

Di tengah serangan drone Ukraina ke wilayah Rusia, serangan Rusia juga kembali menimbulkan korban di Ukraina.

Di dekat garis depan, serangan artileri Rusia dilaporkan menewaskan lima orang di sebuah desa di wilayah Kharkiv, Ukraina timur laut.

Kantor kejaksaan regional mengatakan serangan terjadi pada 10 Agustus terhadap kawasan permukiman di Desa Bugaivka, Distrik Chuguiv.

"Pada 10 Agustus, pasukan Rusia melakukan serangan artileri besar-besaran di daerah permukiman desa Bugaivka di distrik Chuguiv. Berbagai rumah hancur akibat serangan musuh. Lima orang tewas," kata kantor kejaksaan regional dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui Telegram.

Pihak berwenang Ukraina juga membagikan sejumlah gambar yang memperlihatkan kondisi sebuah rumah yang hancur akibat serangan tersebut.

Rangkaian serangan terbaru itu memperlihatkan bahwa eskalasi konflik masih berlangsung di tengah perang Rusia-Ukraina yang memasuki tahun kelima. Jangkauan serangan yang semakin luas membuat wilayah yang jauh dari garis depan pun tetap menghadapi risiko serangan.

Di Rusia, serangan drone Ukraina kembali menyasar kawasan industri dan energi ynag memiliki nilai strategis. Sementara di Ukraina, serangan artileri Rusia masih menghantam kawasan permukiman di sekitar garis depan.

Dengan meningkatnya intensitas serangan dari kedua pihak, korban sipil kembali menjadi salah satu dampak paling serius dari konflik yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. (Zat)