Ungkap Puluhan Ribu Kasus, Dinkes DKI Padukan Program Pelacakan TBC dengan Cek Kesehatan Gratis
DEKANNEWS, JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengintegrasikan pelacakan tuberkulosis (TBC) dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mengungkap temuan puluhan ribu kasus TBC di Ibu Kota.
Metode tersebut dilakukan untuk mengatasi stigma TBC yang membuat sebagian masyarakat menolak ketika petugas melakukan penelusuran kasus di lingkungan mereka.
Karena itu, integrasi kedua program tersebut diharapkan dapat memunculkan penemuan kasus baru sekaligus memperluas jangkauan pemeriksaan.
Dengan semakin banyak kasus TBC yang bisa ditemukan dan ditangani, sekaligus mempercepat upaya pengendalian penyakit menular tersebut di Jakarta.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati menargetkan penemuan kasus TBC mencapai 60.000 kasus. Daro target tersebut, hingga saat ini ditemukan lebih dari 40.000 kasus TBC. “Untuk TBC, penanganan pertama yang harus dilakukan adalah menemukan kasusnya. Sampai dengan saat ini kami sudah menemukan sekitar 40.000 lebih kasus TBC di Jakarta dan targetnya adalah kami seharusnya menemukan sekitar 68.000 kasus,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Dengan demikian, maka Dinkes DKI Jakarta masih ada selisih sekitar 28.000 kasus yang harus dikejar. "Untuk penemuan kasus dan kemudian mengobati, sebenarnya Jakarta sudah bagus angka-angka capaiannya. Yang mungkin harus dikejar adalah pencegahannya,” kata Ani.
Selain menemukan dan mengobati pasien, Dinkes DKI kini berupaya memperkuat pencegahan penularan TBC, terutama di lingkungan tempat tinggal pasien.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah memberikan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) kepada keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC.
Namun, menurut Ani, capaian pemberian terapi pencegajan tersebut masih relatif rendah sehingga perlu ditingkatkan.
Dinkes DKI pun berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pengurus RT/RW hingga camat dan lurah, untuk mendorong keluarga pasien agar bersedia mengikuti terapi pencegaham.
“Pencegahannya itu dilakukan dengan memberikan terapi pencegahan terhadap keluarga atau kontak serumah dari penderita TBC. Nah, itu yang kita masih apa namanya, angkanya masih relatif kecil,” ujarnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menekan risiko penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat. (Zat)
