Pemadaman Kebakaran Gunung Gede Pangrango Terkendala, Titik Api Masih Muncul

kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat

DEKANNEWS, CIANJUR - Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, masih terus dilakukan hingga Senin (10/8/2026). Memasuki hari kelima penanganan, sejumlah titik api masih terpantau muncul di kawasan Gunung Gede Pangrango.

Kondisi medan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi petugas dan relawan dalam mengendalikan kebakaran. Sejumlah titik api berada di area tebing yang sulit dijangkau sehingga proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara langsung.

Untuk membantu penanganan kebakaran, relawan dari berbagai elemen terus berdatangan ke lokasi. Sebanyak 90 relawan disaipkan untuk mendukung petugas dalam melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.

Para relawan juga membawa cairan pemadam yang akan digunakan untuk membantu mengatasi titik api sekaligus melakukan proses pendinginan di kawasan yang telah terbakar.

Salah seorang relawan, Rudi Rustandi, mengatakan cairan pemadam tersebut dibawa sebagai bagiam dari upaya membantu petugas menangani kebakaran di lokasi.

"Ini cairan pemadam dan pendingin untuk di atas. Karena di sana masih ada api dan asap," ujar Rudi, Senin (10/8/2026).

Menurut Rudi, proses pemadaman di kawasan Gunung Gede Pangrango masih mengandalkan peralatan dan sumber daya yang tersedia di lapangan. Air untuk kebutuhan pemadaman akan disalurkan menuju titik api dengan sistem estafet.

"Nanti untuk upaya di atas sebenarnya kita manajemennya. Nanti paling ada estafet untuk air, untuk pemadaman. Ya paling seadanya dahulu saja," katanya.

Keterbatasan akses menjadi persoalan tersendiri bagi petugas dan relawan. Tidak semua titik yang terbakar dapat dijamgkau manusia, terutama lokasi yang berada di bagian tebing.

"Kalau kesulitannya itu kita di tebing, cuma di tebing yang terjangkau manusia. Yang susah itu yang tidak terjangkau manusia," ungkap Rudi.

Selain kondisi medan, munculnya kembali titik api juga membuat proses penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan. Berdasarkan informasi yang diterima relawan, sejumlah titik api kembali terlihat pada Minggu (9/8/2026) malam hingga Senin dini hari.

"kalau informasi tadi ada tiga titik yang semalam keluar. Malam tadi sekitar jam 24.00 WIB atau jam 10.00 WIB ada informasi ada titik api lagi," jelasnya.

Namun, hingga Senin, belum diketahui secara pasti berapa luas kawasan yang masih terbakar. Data mengenai luas area terdampak masih menunggu hasil pemantauan dan penanganan di lapangan. "Kalau untuk titik luas itu belum ada," tambah Rudi.

Sementara itu, asap kebakaran sejauh ini disebut belum memberikan dampak langsung terhadap madyarakat di sekitar kawasan Gunung Gede Pangrango. Pergerakan asap yang berubah-ubah membuat dampaknya terhadap permukiman warga juga belum terlihat secara signifikan.

"Kalau asap itu tidak, jauh. Soalnya arahnya ke barat, kadang-kadang ke timur. Kalau kemari tidak terdampak," tuturnya.

Untuk mencapai lokasi kebakaran, perjalanan dalam kondisi normal membutuhkan waktu sekitar enam jam. Namun, relawan yang diberangkatkan khusus untuk membantu penanganan kebakaran dapat menempuh perjalanan lebih cepat, yakni sekitar tiga hingga empat jam.

Dengan masih adanya titik api di sejumlah lokasi, petugas bersama relawan terus melakukan pemantauan, pemadaman, dan pendinginan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan api di lokasi yang dapat dijangkau sekaligus mencegah titik api kembali membesar.

Cairan pemadam yang dibawa para relawan juga diharapkan dapat membantu proses pemadaman dan pendinginan, terutama di area yang masih mengeluarkan asap. Penanganan terus dilakukan sembari petugas dan relawan menghadapi tantangan medan yang sulit di kawasan Gunung Gede Pangrango. (Zat)