Pramono Klaim Kualitas Udara Jakarta Membaik Usai Modifikasi Cuaca Dua Hari

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung


DEKANNEWS, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim operasi modifikasi cuaca (OMC) selama dua hari berturut-turut membantu memperbaiki kondisi udara di ibu kota. Langkah tersebut dilakukan di tengah penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 yang melibatkan banyak peserta dalam kegiatan olahraga luar ruang.

Pramono mengatakan, pelaksanaan OMC bertujuan membantu menekan polusi udara dengan memanfaatkan potensi awan hujan di sejumlah wilayah. Ia menyebut hujan sempat turun di beberapa kawasan Jakarta setelah operasi tersebut dilakukan.

"Secara jujur saya memerintahkan untuk diadakan OMC selama 2 hari. Ketika ada awan, terutama di daerah perbatasan, seperti Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, bahkan kemarin malam di daerah Menteng terjadi hujan," kata Pramono, Minggu (25/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan Pramono setelah melepas kirab Napak Tilas Merah Muda Fest 2026 yang digelar DPP PDI Perjuangam di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menjelaskan upaya pemerintah daerah menjaga kondisi udara selama berlangsungnya kegiatan masyarakat.

Pramono menkelaskan, kualitas udara menjadi salah satu perhatian Pemprov DKI Jakarta, terutama ketika ibu kota menjadi tuan rumah kegiatan berskala besar di ruang terbuka. Menurutnya, kondisi cuaca yang mendukung diperlukan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.

Ia menyebut OMC dikakukan dengan memanfaatkan keberadaan awan hujan, khususnya di wilayah perbatasan Jakarta. Operasi tersebut diharapkan dapat membantu memicu hujan sehingga kondisi udara di sejumlah kawasan ibu kota menjadi lebih baik.

Pramono juga mengaku merasakan lamngsung kondisi udara yang dinilainya lebih nyaman saat melepas peserta kategori maraton penuh atau full marathon Jakarta Running Festival pada Minggu pukul 04.00 WIB. Ia kemudian menbandingkan angka indeks kualitas udara yang tercatat pada pagi hingga siang hari.

"Tadi pagi saya mengalami sendiri ketika pukul 04.00 WIB membuka flag off untuk full marathon, kita pada angka 61. Kemudian angka 68, dan ketika siang 80. Itu menunjukkan kondisi udara ayaupun polusi Jakarta rendah sekali selama 2 hari ini berlangsung," ujarnya.

Meski demikian, angka indeks kualitas udara yang disampaikan Pramono belum disertai keterangan mengenai sumber pengukuran dan parameter yang digunakan. Informasi tersebut diperlukan untuk memastikan interpretasi kondisi kualitas udara Jakarta secara menyeluruh. (Zat)