Arab Saudi Temukan 110 Juta Ton Bijih Mengandung Mineral Tanah Jarang dan Uranium

Uranium

DEKANNEWS - Arab Saudi mengumumkan penemuan sumber daya mineral dalam jumlah besar di wilayah Madinah. Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menyebut hasil eksplorasi menunjukkan adanya sekitar 110 juta ton bijih yang mengandung mineral tanah jarang dan uranium.

Pengumuman tersebut disampaikan Pangeran Abbdulaziz dalam Sesi Reguler ke-70 Konferensi Umunm Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA). Temuan itu menjadi bagian dari upaya Arab Saudi mengembangkan potensi sumber daya mineral strategiusnya.

Eksplorasi dan studi geologi di kawasan Jabal Sayid, Madinah, mengidentifikasi bijih dengan konsentrasi tinggi miuneral tanah jarang, terutama unsur tanah jarang berat, serta konsentrasi uranium yang dinilai menjanjikan. “Eksplorasi dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah telah mengungkapkan perkiraan sumber daya sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, terutama unsur-unsur berat, di samping konsentrasi uranium yang menjanjikan,” kata Pangeran Abdulaziz, dikutip dari Arab News, Selasa (15/9/2026).

Jsabal Sayid terletak sekitar 350 kilometer timur laut Jeddah, di wilayah Madinah. Kawasan tersebut sebelumnya telah dikenal sebagai salah satu lokasi yang memiliki deposit mineral tanah jarang bernilai tinggi.

Penemuan ini diumumkan beberapa bulan setelah Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi meresmikan kerja sama di bidang nuklir sipil. Kesepakatamn tersebut ditandatangani pada 22 Juli 2026 oleh Menteri Energi AS Chris Wright dan Pangeran Abdulaziz bin Salman.

Departemen Energi AS menyatakan kesepakatan itu menjadi landasan hukum bagi kemitraan bernilai miliaran dolar AS selama beberapa dekade. Pakta tersebut juga membuka akses yang lebih besar bagi perusahaan AS terhadap program energi nuklir sipil Arab Saudi.

Sementara itu, analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS), yang mengutiop perkiraan Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi serta perusahaan pertambangan negara Maaden, menyebut Jabal Sayid diprediksi memiliki sekitar 552.000 ton logam tanah jarang berat, seperti disprosium dan terbium. Selain itu, terdapat sekitar 355.000 ton logam tanah jarang ringan, termasuk neodimium dan praseodimium.

Analisis yang sama memperkirakan sumber daya uranium di kawasan tersebut mencapai sekitar 31.000 ton. Besarnya potensi mineral tanah jarang dan uranium itu dinilai dapat membuka peluang bagi Arab Saudi untuk mengembangkan bahan bakar nuklir secara mandiri sekaligus menjajaki ekspor material ke AS. (Zat)