BMKG Memprakirakan Musim Hujan Mundur 20-30 Hari, Karhutla Harus Diwaspadai
DEKANNEWS, JAKARTA - Indonesia tengah dilanda tantangan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang hingga kini tak kunjung padam. Tidak hanya itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan mundur sekitar 20 sampai 30 hari.
Mundurnya musim hujan tersebut, menurut Faisal dikarenakan pengaruh El Nino. Sehingga sebagian wilayah di Indonesia masih kemarau berkepanjangan.
Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 26 Oktober.
Menurutnya, BMKG memprediksi curah hujan akan normal. Meski demikian, harus diwaspadai hujan berpotensi terkumpul dalam waktu yang lebih pendek. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi basah pada akhir 2026 hingga awal 2027.
Faisal menjelaskan, kategori hujan normal mengacu pada rata-rata curah hujan berdasarkan data klimatologi selama 30 tahun terakhir. Artinya, jumlah hujan yang turun diperkirakan relatif sama dengan kondisi normal.
Namun, waktu turunnya hujan lebih singkat. Faisal mengatakan BMKG telah menyiapkan sejumlah bahan untuk dibahas bersama Presiden Prabowo, termasuk perkembangan kebakaran hutan dan lahan serta persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi. (Zat)
