DKI Perkuat Akses Pendidikan, KJP Plus Jangkau 661 Ribu Siswa
DEKANNEWS, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui berbagai program bantuan, beasiswa, hingga penyediaan sekolah swasta gratis. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Gubernur Jakarta Pramono Anung untuk memastikan seluruh warga memperoleh kesempatan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Pramono menyampaikan komitmen tersebut saat membuka Konferensi Regional ke-10 Education International Asia-Pacific (EIAP) di Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026). Ia menegaskan, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meskipun terdapat penyesuaian dana bagi hasil (DBH).
Menurut Pramono, kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan data agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata. Salah satu upaya yang terus dijalankan adalah melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
“Komitmen ini kami dukung melalui program-program unggulan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, yaitu bantuan keuangan bagi siswa dari keluarga berpenghasilan rendah, dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), sebuah program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu untuk membantu mereka meraih kesuksesan, mulai dari jenjang sekolah hingga universitas,” ujar Pramono dalam sambutannya.
Pada tahap II 2026, KJP Plus telah menjangkau 661.209 siswa. Sementara itu, porogram KJMU disalurkan kepada 15.825 mahasiswa. Kedua program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mengakses pendidikan sekaligus meringankan beban biaya yang harus ditanggung keluarga.
Selain bantuan biaya pendidikan, Pemprov Jakarta juga melakukan pembenahan sarana dan prasarana sekolah. Sejak 2025, sebanyak 18 dari target 19 gedung sekolah telah selesai direhabilitasi. Pemprov Jakarta turut memperluas pilihan pendidikan melalui program sekolah swasta gratis yang kini mencakup 103 sekolah.
Pemprov Jakarta juga menyiapkan program beasiswa Jakarta Unggul atau LPDP Jakarta yang direncanakan diluncurkan pada 2027. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Jakarta untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan dayta saing.
“Di samping itu, kami juga secara aktif mempersiapkan beasiswa Jakarta Unggul pada 2027, untuk melahirkan generasi unggul yang siap membawa Jakarta bersaing di kancah internasional,” tegasnya.
Dalam konferensi yang dihadiri delegasi dari kawasan Asia-Pasifik itu, Pramono turut menyoroti pentingnya dukungan terhadap tenaga pendidik. Ia menilai organisasi guru memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di tengah perubahan zaman yang menuntut kemampuan adaptasi damn peningkatan kompetensi.
“Tema konferensi ini juga menegaskan pentingnya peran organisasi guru dalam membentuk masa depan pendidikan di kawasan Asia-Pasifik. Seiring dengan dunia yang terus berubah, kita harus memastikan setia guru mendapatkan dukungan penuh untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu,” katanya.
Pramono menyebut berbagai kebijakan tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jakarta. Pada 2025, indeks pembangunan manusia (IPM) Jakarta tercatat mencapai 85,05, tertinggi secara nasional. Selain itu, Jakarta menempati peringkat peretama sebagai kota pendidikan di Indonesia dalam QS Best Student Cities 2027.
“Alhamdulillah, berkat berbagai upaya strategis tersebut, IPM Jakarta pada 2025 mencapai 85,05, dan menjadi yang tertinggi secara nasional. Jakarta juga menenpati peringkat pertama kota pendidikan di Indonesia dalam QS Best Student Cities 2027,” tambah Pramono.
Pada kesempatan yang sama, Pramono mengapresiasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) atas komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak guru. Ia juga menyambut kehadiran para delegasi internasional yang mengikuti konferensi EIAP di Jakarta dan berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan gagasan serta rekomendasi untuk memperkuat kualitas pendidikan di kawasan Asia-Pasifik. (Zat)
