Israel Gempur Gaza Hingga Tewaskan Lima Orang di Tengah Isu Perdamaian
Israel kembali berulah menyerang Palestina hingga menewaskan lima orang di Gaza. Insiden tersebut merupakan serangkaian serangan terbaru di tengah seruan internasional untuk melanjutkan rencana perdamaian.
Dilansir AFP, Sabtu (29/8/2026), Badan pertahanan sipil, yang berfungsi sebagai layanan penyelamatan di bawah naungan Hamas, menyatakan bahwa jenazah tiga orang ditemukan dalam kondisi hancur dalam serangan Israel di kota Al-Qarara, sebelah timur Khan Yunis, pada Jumat (28/8), waktu setempat.
Ketiga orang korban serangan Israel menurut identifikasi Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, berasal dari keluarga yang sama; dua orang berusia 42 tahun dan satu orang berusia 28 tahun.
Pihak militer sedang menyelidiki insiden tersebut seperti dilaporkan seorang juru bicara militer Israel, saat dihubungi oleh AFP.
Kejadian terbaru kembali memakan korban saat di hari yang sama saat Israel melancarkan serangan udara yang jarang terjadi di Tepi Barat yang diduduki. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengklaim serangan tersebut telah menewaskan militan yang sedang merencanakan serangan dari wilayah Palestina tersebut.
Israel terus menggempur bahkan tidak berhenti untuk tetap memaksa masuk Saat ini, AS tengah merundingkan adanya gencatan senjata dan diumumkan bulan Oktober tahun lalu
Israel terus menggempur Jalur Gaza dan pasukannya semakin merangsek masuk meskipun ada gencatan senjata yang ditengahi AS dan diumumkan pada. Israel bersikeras harus melenyapkan ancaman dari Hamas, kelompok yang memimpin serangan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi untuk Gaza di bawah Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump untuk melaksanakan kesepakatan tersebut, mengatakan pada hari Kamis bajwa serangan mematikan Israel menyulitkan warga Gaza untuk merasakan dampak gencatan senjata-yang menurutnya masih tetap berlaku.
"Setiap penggunaan kekuatan yang tidak merespons ancaman mendesak, dan setiap insiden yang penyelesaiannya tidak melibatkan mekanisme dekonflik, memberikan dampak buruk bagi proses ini yang sangat sulit untuk dipuliuhkan kembali," ujarnya di hadapan Dewan Keamanan PBB.
Di sisi lain, dia mengungkapkan, Hamas belum menepati komitmen yang telah disepakati. Terutama terkait peluncutan senjata yang telah disampaikan kelompok tersebut untuk melakukannya pada akhir bulan lalu.
Israel telah memperingatkan akan melakujan pembalasan terkait penerbangan layang-layang di Gaza setelah sejumlah layang-layang melintasi perbatasan masuk ke wilayah Israel, yang menyebabkan beberapa orang tua melarang anak-anak mereka bermain layang-layang.
Pada tahun-tahun sebelumnya, layang-layang dan balon yang membawa bahan peledak telah diterbangkan dari Gaza. Benda-benda yang diterbangkan batru-baru ini tidak memuat bahan peledak, meskipun setidaknya satu di antaranya dilaporkan bertuliskan pesan politis.
Menteri Pertahanan Israel Katz pada hari Kamis menyatakan bahwa batas waktu untuk menghentikan penerbangan layang-layang telah berlalu. Ia memperingatkan, sebagaimana dikutip oleh media Israel, bahwa "setiap peluncuran dengan sendirinya merupakan tindakan terorisme, dan kami akan memperlakukannya demikian." (Zat)
