Korut Tembakkan Proyektil ke Laut, Picu Ketegangan dengan AS dan Korsel

Pasukan Korea Utara

 

DEKANNEWS - Militer Korea Utara kembali melakukan aksi unjuk kekuatan dengan menembakkan proyektil misterius ke arah perairan pantai timur pada Minggu (20/9/2026). Aksi tersebut berlangsung di tengah latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan telah mengonfirmasi adanya peluncuran proyektil tersebut. Namun, pihak militer Korea Selatan belum menyampaikan rincian mengenai jenis senjata, jaraj tempuh, maupun lokasi pasti jatuhnya proyektil.

Peluncuran ini terjadi steelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengurangi skala latihan militer tahunan Ulchi Freedom Shield. Kebijakan tersebut ditempuh sebagai bagian dari upaya Washington membuka kembali ruang diplomasi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Meski demikian, langkah pengurangan skala latihan militer AS-Korea Selatan tidak mendapat tanggapan positif daru Pyongyang. Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un sekaligus pejabat senior Korea Utara, menilai pemangkasan durasi latihan tidak mengubah karakter latijan yang disebutnya tetap bersifat provokatif dan agresif.

Aktivitas pengujian senjata Korea Utara juga terus berlangsung sejak perundingan tingkat tinggi dengan Amerika Serikat mengalami kebuntuan pada 2019. Pyongyang secara konsisten mengembangkan kemampuan persenjataan nuklirnya, sementara peluncutan terbaru menambah rangkaian uji coba militer yang dilakukan negara tersebut.

Sebelumnya, Korea Utara dilaporkan sempat meluncurkan sekitar 10 rudal balistik jarak pendek ke arah laut. Pada awal September, Pyongyang juga mrengklaim berhasil menggelar latihan temnak langsung gabungan yang melibatkan rudal, artileri, dan drone.

Dalam latihan tersebut, Korea Utara menyatakan persenjataan yang digunakan memiliki daya hancur sangat besar. Penggunaan berbagai jenis senjata secara bersamaan diduga berkaitan dengan upaya menguji kemampuan menghadapi sistem pertahanan udara Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Latihan tembak langsung yang digelar pada 12 September 2026 itu berlangsung sehari setelah Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang menyelesaikan latihan militer trilateral selama lima hari. Rangkaian latihan dan peluncuran senjata tersebut menunjukkan bahwa aktivitas militer di Semenanjung Korea masih berlangsung di tengah upaya diplomasi antara Washington dan Pyongyang. (Zat)