Mourinho Akui Vinicius Berpotensi Hengkang dari Madrid, Ini Alasannya
DEKANNEWS - Pelatih Real Madrid Jose Mourinho menilai Vinicius Junior memiliki keteguhan luar biasa dalam menghadapi berbagai tekanan selama membela klub raksasa Spanyol tersebut. Bahkan, Mourinho mengaku akan mempertimbangkan hengkang ke klub lain jika harus menghadapi perlakuan serupa yang dialami penyerang asal Brasil itu.
Pernyataan Mourinho disampaikan pada Sabtu (17/10/2026), di tengah sorotan terhadap pengalaman Vinicius yang berulang kali menjadi korban pelecehan rasial dari suporter lawan sejak bergabung dengan Real Madrid pada 2018.
Mourinho menilai Vinicius bukan hanya memiliki kemampuan sepak bola yang istimewa, tetapi juga kepribadian yang patut dihargai. Ia mengagumi cara pemain berusia 26 tahun tersebut menghadapi tekanan tanpa kehilangan senyum dan semangat dalam menjalani kehidupan.
"Dia pemain muda yang luar biasa dan sangat mudah diajak menjalin hubungan baik. Dia sosok yang fantastis. Saya sangat menghargainya karena mampu terus menjalani kehidupan, bertahan menghadapi semuanya, dan tetap tersenyum," ujar Mourinho.
Meski demikian, Mourinho mengakui dirinya belum tentu mampu menunjukkan ketahanan yang sama apabila berada dalam situasi Vinicius. Ia bahkan memperkirakan bakal mencari lingkungan sepak bola yang lebih menghormati dirinya jika menghadapi perlakuan serupa.
"Kalau saya berada di posisinya, mungkin saya sudah tidak berada di sini. Musim panas lalu, saya mungkin akan memaksakan kepindahan ke liga atau negara lain, ke tempat yang memiliki klub rival dan stadion yang menghormatinya," tegas Mourinho.
Komentar tersebut muncul ketika Vinicius kembali menghadapi persoalan disiplin setelah menerima kartu merah dalam pertandingan Real Madrid melawan Villarreal akhir pekan lalu. Insiden itu menambah tekanan terhadap pemain yang sebelumnya juga kerap menjadi sorotan akibat berbagai kontroversi di lapangan.
Vinicius diusir wasit setelah menarik rambut pemain lawan. Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) kemudian menjatuhkan larangan bermain empat pertandingan, terdiri atas dua laga akibat tindakan tersebut dan dua laga tambahan karena sikap agresifnya setelah menerima kartu merah.
Sanksi itu membuat Vinicius dipastikan tidak dapat mremperkuat Real Madrid ketika menghadapi Barcelona pada 25 Oktober 2026. Upaya banding yang diajukan klub untuk mengurangi hukuman tersebut juga ditolak oleh otoritas terkait.
Di tengah berbagai tekanan, Vinicius justru menunjukkan komitmennya untuk tetap bersama Real Madrid. Pada musim panas 2026, pemain tim nasional Brasil itu menandatangani konttak baru yang mengikatnya dengan klub hingga 2032.
Mourinho memandang keputusan tersebut sebagai bukti bahwa Vinicius masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Real Madrid. Kecintaannya terhadap klub dan Kota Madrid disebut menjadi alasan utama sang pemain memilih melanjutkan kariernya di Spanyol.
"Karena dia mencintai Real Madrid, mencintai klub dan kota ini, serta percaya segala sesuati selalu bisa menjadi lebih baik, dia memperpanjang kontraknya dan terus tersenyum," ungkap Mourinho.
Pelatih asal Portugal itu juga meyakini tekanan dan pengalaman buruk yamg dialami Vinicius tidak akan sepenuhnya memadamkan kegembiraannya dalam bermain sepak bola. Meski mengakui perlakuan negatif dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang, Mourinho percaya pemain Brasil tersebut tetap memiliki kekuatan untuk bertahan.
"Orang lain mungkin bisa memengaruhinya secara negatif karena dia juga manusia. Namun, tidak seorang pun bisa merampas kegembiraannya dalam menjalani hidup, bekerja, dan bearada bersama rekan-rekan setimnya," lanjutnya.
Di luar persoalan pelecehan dan sanksi disiplin, performa Vinicius juga masih menjadi perhatian. Pemain sayap tersebut dinilai belum sepenuhnya kembali ke level permainan terbaiknya seperti saat membantu Real Madrid meraih dua gelar Liga Champions di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Mourinho bahkan menarik Vinicius keluar lapangan ketika Real Madrid mengalahkan AS Roma dengan skor 4-3 dalam pertandingan Liga Champions pada Rabu (14/10/2026). (Zat)
