Sungai Terpanjang ketiga RI Mengering, Barito Kini Bak Hamparan Pantai
DEKANNEWS - Musim kemarau di Kalimantan menyebabkan sungai terpanjang ketiga RI, Sungai Barito debit airnya menyusut drastis. Kekeringan tersebut berdampak bagian sungai mengalami pendangkalan dan terlihat seperti hamparan pasir dan daratan yang muncul di tengah aliran.
Fenomena yang langka tersebut terjadi di sekitar Jembatan Kalahien di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan.
Berdasarkan konfirmasi dari BMKG Palangka Raya, dari aspek cuaca, penyebab utama menyusutnya air sungai adalah rendahnya intensitas curah hujan di wilayah tersebut.
Hamparan pasir yang muncul di tengah Sungai Barito membuat aliran air terpecah, sementara beberapa bagian sungai tampak menyerupai hamparan pantai.
Surutnya permukaan air kini turut berdampak pada aktivitas pelayaran di Sungai Barito. Kapal pengangkut barang maupun tongkang yang selama ini memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi harus memperlambat perjalanan dan mencari alur yang masiuh memiliki kedalaman cukup untuk dilalui.
Dalam beberapa kondisi, kapal bahkan harus tertahan ketika kedalaman air tidak lagi memungkinkan untuk dilewati. Pendangkalan yang terjadi di sejumlah titik membuat perjalanan melalui Sungai Barito menjadi semakin terbatas.
Kondisi menyusutnya debit air tersebut pun tidak hanya mengubah pemandangan Sungai Barito, tetapi juga mulai memengaruh fungsi sungai sebagai salah satu jalur transportasi dan distribusi bagi masyarakat di wilayah sekitarnya. (Zat)
