Banjir Rendam 115 RT di Jakarta, DPRD DKI Nilai Anggaran Rp5,4 triliun Tak Efektif

Banjir Jakarta

DEKANNEWS - Anggota DPRD DKI Jakarta August Hamonangan mengkritik penanganan banjir Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah ibu kota usai hujan deras pada Senin (4/5/2026).

Menurut August, besarnya anggaran pengendalian banjir yang telah dialokasikan belum menunjukkan hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menilai persoalan banjir masih terjadi berulang tanpa penanganan yang efektif.

“Kalau dianggap sebagai bagian dari nasib Jakarta, maka permasalahannya tidak ditangani dengan baik. Kalau gubernurnya seperti itu, orang-masyarakat bisa kecewa,” ujar August dikutip Kamis (7/5).

Ia menyoroti total anggaran pengendalian banjir yang mencapai Rp5,4 triliun dalam dua tahun terakhir. Dalam APBD Perubahan 2025, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp2,6 triliun untuk penanganan banjir, sementara pada APBD 2026 kembali dianggarkan sebesar Rp2,8 triliun.

Meski anggaran dinilai besar, August menilai kondisi di lapangan masih menunjukkan Jakarta belum siap menghadapi curah hujan tinggi.

“Oleh karena itu, banjir kemarin menjadikan Jakarta semrawut. Mas Gubernur itu belum bekerja dengan skala prioritas. Padahal, anggarannya sudah besar, yaitu sebesar Rp5,4 triliun, tetapi masyarakat belum merasakan penanganannya efektif,” katanya.

Politikus PSI itu juga mengaku kecewa karena DPRD, khususnya Fraksi PSI, selama ini telah mendorong upaya penanganan banjir agar menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

“Nah, ini saya jadi kecewa, kecewa berat. Karena dari DPRD semuanya sudah mendorong, khususnya dari Fraksi PSI,” ucapnya.

Berdasarkan data hingga Selasa pagi (5/5/2026), banjir masih merendam 115 RT di sejumlah wilayah Jakarta dan mengakibatkan 118 warga harus mengungsi.

Wilayah Jakarta Selatan menjadi kawasan terdampak paling parah dengan total 78 RT tergenang. Sejumlah wilayah seperti Bangka, Rawajati, Tanjung Barat, Cilandak Timur, hingga Petogogan tercatat mengalami genangan cukup tinggi.