DPRD DKI Dukung Saringan Sampah di 11 Sungai, Minta Daerah Hulu Ikut Terlibat
DEKANNEWS, JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mendorong penanganan sampah di sungai dilakukan secara menyeluruh dari wilayah hulu hingga hilir. Hal itu disampaikan menyusul rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membangun fasilitas penyaringan sampah di 11 sungai yang melintasi Jakarta.
Menurut Yuke, pembangunan saringan sampah di aliran sungai dapat menjadi langkah untuk mengurangi naterial sampah yang terbawa arus hingga ke wilayah hilir dan berpotensi masuk ke laut.
Ia menilai fasilitas penyaringan yang telah tersedia saat ini menunjukkan manfaat dalam menahan sampah sebelum terbawa lebih jauh. Karena itu, fasilitas serupa dinilai perlu diperluas ke aliran sungai lainnya.
"Kalau memang bisa di setiap aliran sungai yang menuju ke laut yang melewati Jakarta itu kan ada 13, sebetulnya kalau memang dibuat seperti yang sekarang kan yang ada itu hanya di Simatupang," kata Yuke, Rabu (7/10/2026).
Yuke mengatakan fasilitas penyaringan yang sudah dibangun mampu menahan sampah dalam jumlah besar sebelum terbawa aliran sungai. Sampah yang berhasil disaring kemudian menjalani proses lanjutan, termasuk pencacahan.
"Dan itu sudah sangat berdampak untuk menghalangi atau menyaring sampah-sampah yang menuju ke Manggarai. Kalau dulu itu kalau pada saat banjir dan lain-lain itu luar biasa, nah itu sudah bisa dicegaj karena di situ ada proses, ada pencacahan dan sebagainya," ujarnya.
Aras dasar tersebut, Yuke menyambut baik rencana Pemprov DKI membangun fasilitas penyaringan sampah di 11 sungai lainnya. Menurut dia, fasilitas tersebut dapat membantu mengurangi sampah sekaligus mencegah penumpukan material di bagian hilir.
"Kalau memang sesuai dengan yang disampaikan oleh Pak Gubernur, beliau juga ada 11 sungai yang memang remcananya untuk dibuatkan, dibangun lagi untuk saringan sampah, ya kami menyambut baik," kata Yuke.
Meski demikian, Yuke mengingatkan persoalan sampah sungai tidak dapat diselesaikan hanya dengan membangun fasilitas penyaringan di wilayah Jakarta. Pasalnya, sejumlah sungai yang melewati Ihu Kota membawa aliran air sekaligus sampah dari daerah sekitar.
Ia mencontohkan Sungai Ciliwung yang alirannya berasal dari kawasan Bogor dan Depok sebelum masuk ke wilayah Jakarta. "Yang terpenting adalah daerah-daerah sekitarnya, misalnya yang dialiri oleh sungai tersebut, khususnya Ciliwung, itu kan dari Depok, dari Bogor, itu kan lewat tuh ke Ciliwung," tuturnya.
Karena itu, Yuke menilai diperlukan koordinasi lintas daerah untuk mengendalikan sampah dan mengantisipasi banjir secara lebih menyeluruh. Ia berharap daerah-daerah yang berada di sepanjang aliran sungai menuju Jakarta ikut menyusun perencanaan bersama sehingga penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI. (Zat)
