Pengamat Pertanyakan Sikap Rocky Gerung Usulkan Gibran Mundur : Kapasitasnya sebagai Apa?

Wapres Gibran Rakabuming

DEKANNEW, JAKARTA — Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah menyoroti pernyataan Rocky Gerung yang mengusulkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka segera mengundurkan diri. Amir menilai, posisi Rocky sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) perlu menjadi perhatian dalam menyampaikan pandangan politiknya kepada publik.

Menurut Amir, persoalan yang muncul bukan semata-mata mengenai isi pernyataan Rocky, melainkan juga kapasitasnya ketika menyampaikan pandangan tersebut. Sebab, status sebagai anggota Wantimpres melekat pada dirinya sehingga pernyataan yang disampaikan ke ruang publik berpotensi dikaitkan dengan jabatan tersebut.

“Yang jadi persoalan itu dia ngomong itu sebagai Rocky Gerung pribadi atau sebagai anggota Wantimpres yang kita enggak tahu,” ujar Amir Hamzah.

Ia menegaskan, apabila pandangan mengenai Gibran disampaikan dalam kapasitas sebagai anggota Wantimpres, seharusnya pemikiran tersebut disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, bukan justru dilemparkan kepada publik.

“Semestinya sebagai anggota Wantimpres, apa pun pemikiran dia tentang Gibran itu dia harus sampaikan kepada Presiden, bukan kepada publik,” katanya.

Amir menilai, penyampaian pendapat kepada publik tanpa kejelasan kapasitas dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda. Terlebih, Rocky saat ini memiliki posisi sebagai bagian dari lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Ia juga menilai, pernyataan yang disampaikan Rocky tidak serta-merta dapat dianggap sebagai sikap resmi Wantimpres. Menurutnya, ketidakjelasan mengenai kapasitas tersebut justru berpotensi mengaburkan persoalan yang sedang dibicarakan.

“Ya belum bisa juga, justru dia mengaburkan masalah,” ujar Amir menanggapi anggapan bahwa pernyataan Rocky di ruang publik dapat dipandang sebagai penyampaian sikap resmi.

Selain menyoroti pernyataan Rocky mengenai Gibran, Amir turut menyinggung penerimaan Rocky terhadap jabatan di Wantimpres. Ia menilai, terdapat kemungkinan bahwa tawaran jabatan yang diterima Rocky saat ini berbeda dengan tawaran yang pernah ditolaknya sebelumnya.

“Mungkin dulu yang dia tolak itu karena tawarannya bukan untuk Wantimpres,” kata Amir.

Meski demikian, Amir juga menekankan bahwa Presiden Prabowo tidak membutuhkan perantara untuk menjelaskan pernyataannya sendiri. Menurut dia, apabila Presiden ingin menyampaikan sesuatu, Prabowo dapat berbicara langsung kepada pihak-pihak terkait.

“Prabowo enggak perlu menggunakan Anda sebagai juru bicara, dia ngomong sendiri aja kepada kami,” tuturnya.

Pernyataan Amir tersebut menyoroti pentingnya kejelasan kapasitas pejabat atau anggota lembaga kepresidenan ketika menyampaikan pendapat kepada masyarakat, terutama jika menyangkut posisi Wakil Presiden Gibran dan hubungan politik di lingkungan pemerintahan. (Zat)