Sanksi Baru, AS Ancam Isolasi Ekonomi Untuk Iran
DEKANNEWS - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan menyiapkan sanksi ekonomi. Kebijakan tersebut menurut Menteri Keuangan AS Scott Bessent belum pernah diterapkan sebelumnya.
Langkah isolasi ekonomi baru terhadap Teheran tersebut dijadwalkan diumumkan Washington pada pekan depan.
Bessent mengungkapkan rencana itu dalam wawancara dengan stasiun televisi Newsmax pada Kamis (13/8/2026) waktu setempat. Ia menyebut strategi AS akan menggabungkan tekanan terhadap perekonomian Iran dnengan pembatasan terhadap aktivitas fisik negara tersebut.
“Ini akan menjadi kombinasi isolasi ekonomi yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya,” ujar Bessent, seperti dikutip Strait Times, Jumat (14/8/2026).
Selain tekanan finansial, Bessent menyinggung keberlanjutan blokade di Selat Hormuz yang dinilai dapat membatasi pergerakan menuju maupun dari pelabiuhan-pelabuhan Iran. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Washington tengah menyiapkan tekanan yang tidak hanya menyasar sektor ekonomi, tetapi juga jalur perdagangan Iran.
Bessent meminta publik menantikan langkah konkret pemerintah AS dalam waktu dekat. “Pantau terus pengumuman selanjutnya minggu depan,” tegasnya.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya menyatakan bahwa prioritas utama Washington dalam perang melawan Iran adalah menekan harga minyak dmn bensin bagi masyarakat AS. Sementara itu, upaya untuk mencegah Teheran mendapatkan senjata nuklir disebut berada di posisi kedua dalam daftar prioritas pemerintah AS.
Arah kebijakan tersebut menunjukkan perubahan penekanan dibandingkan pernyataan Bessent pada awal Agustus. Saat itu, dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa (4/8/2026), ia menyebut kesepakatan dengan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz masih mungkin dicapai dalam hitungan hari.
Kini, pernyataan terbaru Bessent justru mengarah pada persiapan tekanan yang lebih luas terhadap Iran. Dengan kombinasi sanksi ekonomi dan pembatasan di jalur pelayaran strategis, kebijakan Washington terhadap Teheran berpotensi memasuki fase baru yang lebih keras, dengan rincian langkahnya akan diumumkan pekan depan. (Zat)
